MULAI · 2020 09

Kenapa “mulai saja dulu” selalu benar?

A mixture of my own thoughts and ideas curated from the internet. When it is borrowed, the sources are named.

“Mulai saja dulu”

“Just do it”

Kedua slogan tersebut menurut saya merupakan jalan keluar dalam menghadapi kebosanan, rasa takut, malas, dan rasa tidak termotivasi.

DO IT cc: louie

Mulailah dari hal kecil.

  • Mau belajar basket? Kuasai lah fundamentalnya. Kemudian uji dengan bermain pick up game bersama teman.
  • Mau belajar Biologi? Bikin mind map biar ga tersesat. Mungkin kamu lagi belajar tentang sel, mulai dari pertanyaan “Apa itu sel?” “Apa fungsi sel” Kemudian perlahan menuju pertanyaan yang lebih kompleks. Dan akhirnya uji kemampuan dengan menjawab soal-soal.
  • Fokuskan pikiran pada apa yang bisa anda lakukan.

Coba saja dulu. Di era yang penuh dengan kebisingan akan informasi ini, pilihan yang salah bukan lagi menjadi dosa terbesar kita. Melainkan tidak memilih sama sekali.

Tentu kita perlu rencana dalam melakukan suatu hal. Apa lagi jika hal tersebut akan berdampak besar, seperti memulai bisnis, melanjutkan pendidikan, berkeluarga dan yang lainnya.

Tapi kita harus ingat untuk tidak terjebak dalam fase perencanaan dan belajar untuk mengambil tindakan. Disini kita belajar dari kegagalan.

Through trial and error.

Iya, memang pernyataan se-simple itu tidak semudah yang kita kira. Kata “Mulai saja dulu” dan “Just do it” tidak seperti tombol on dan off yang dengan mudah kita gunakan. Ini merupakan suatu habit yang perlahan dilakukan untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Lakukan sesuatu. Kalau hasilnya baik, ya bagus Kalau hasilnya buruk, kamu tahu itu bukan untukmu.. then move on Berdiam diri hanya akan membuatmu menebak, menebak, dan menebak

@nagotejena